Site icon Bambang Soesatyo

Ketua DPR Minta Polisi Temukan Dalang di Balik Ancaman Bom di Rumah Pimpinan KPK

Kompas.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo meminta kepolisian mengusut tuntas ancaman bom di rumah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bambang tidak mau ancaman semacam ini menjadi modus untuk menakuti KPK.

“Agar perbuatan itu tidak menjadi modus para pihak atau kelompok yang menakuti-nakuti baik para pejabat negara, penegak hukum dan masyarakat. Sehingga harus diungkap dan ditemukan pelaku atau otak dan dalangnya dan diberi hukuman berat agar ada efek jera,” ujar Bambang di Gedung DPR, Rabu (8/1/2019).

Bambang juga sudah menghubungi Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif yang mendapat teror tersebut. Dia bersyukur ancaman ini tidak melukai pimpinan KPK dan keluarga mereka. Untuk saat ini, Bambang tidak tahu motif teror tersebut. Namun, Bambang menduga teror ini untuk menakuti dan menimbulkan suasana yang mencekam di masyarakat.

“Sekali lagi, saya minta kepada kepolisian, penegak hukum, ini tidak boleh dibiarkan. Apalagi tahun politik, jangan sampai suasana demokrasi, pesta politik, dengan aksi seperti ini menjadi mencekam,” kata Bambang.

Meski demikian, Bambang yakin teror ini tidak akan membuat pimpinan KPK menjadi gentar. Baik Agus dan La Ode telah menyampaikan kepada Bambang bahwa mereka tetap semangat. “Tanpa saya mengucapkan semangat, Pak La Ode dan Pak Agus menyatakan ‘Saya tetap semangat. Jangankan hal seperti itu, lebih dari itu pun saya siap,” ucap Bambang.

“Karena mereka sudah menyampaikan dirinya sudah mewakafkan kepada masyarakat atas tugas-tugas sebagai pimpinan KPK, saya mengapresiasi itu,” kata Bambang.

Benda mencurigakan yang diduga bom molotov sebelumnya ditemukan di depan Rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Kota Bekasi. Kapolsek Jatiasih Komisaris Ili Anas mengatakan, benda tersebut ditemukan pada pukul 05.30 WIB, Rabu (9/1/2019). Benda itu disangkutkan di pagar rumah Agus. 

Pada Rabu siang, Anas memastikan bahwa benda yang ditemukan di rumah Agus bukan bom. Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pada waktu yang hampir bersamaan, rumah Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Jalan Kalibata Selatan Nomor 42, Jakarta Selatan, juga dilempar bom molotov.

Exit mobile version