Terima Dubes Indonesia untuk Bulgaria, Makedonia Utara dan Albania, Bamsoet Dukung 'Rendang Goes To Europe'

13
Apr

Terima Dubes Indonesia untuk Bulgaria, Makedonia Utara dan Albania, Bamsoet Dukung ‘Rendang Goes To Europe’

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung langkah Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria, Makedonia Utara, dan Albania, Iwan Bogananta, untuk menduniakan rendang. Menyukseskan program kerja Presiden Joko Widodo, ‘Indonesia Spice Up The World’, sebagai salah satu upaya perluasan pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia. Sekaligus menguatkan industri kuliner Indonesia dengan pengembangan restoran Indonesia di luar negeri, serta sebagai bagian dari gastrodiplomasi memperkuat citra positif Indonesia di dunia internasional.

“Mengusung semangat Rendang Goes To Europe Dubes Iwan Bogananta menggandeng Bela Ltd., sebuah perusahaan terkemuka di Bulgaria, untuk mempromosikan dan mendistribusikan rendang ke kawasan lain di Eropa, khususnya ke negara-negara Balkan. Nilai investasinya mencapai 3 juta dolar AS. Penandatanganan kerja sama bisnis sudah dilakukan pada 28 November 2021. KBRI bahkan secara khusus mendatangkan pakar kuliner nusantara, William Wongso, untuk mempopulerkan kuliner nusantara dengan melakukan demo memasak rendang,” ujar Bamsoet usai menerima Duta Besar Iwan Bogananta bersama Staf Khusus Presiden RI Diaz Hendropriyono, di Jakarta, Rabu (13/4/22).

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, nilai ekspor bumbu/rempah olahan dan komoditas/rempah segar Indonesia terus mengalami tren positif dengan rata-rata pertumbuhan 2,95 persen selama lima tahun terakhir. Pada 2020, nilai ekspor tercatat sebesar 1,02 miliar dolar AS. Target dari ‘Indonesia Spice Up The World’ hingga 2024 mendatang adalah peningkatan nilai ekspor bumbu dan rempah menjadi 2 miliar dolar AS. Selain juga menghadirkan 4.000 restoran Indonesia di luar negeri.

“Potensi pemasaran rendang di pasar internasional sangat besar. CNN Internasional pada tahun 2011 telah menobatkan rendang sebagai hidangan terlezat dalam daftar 50 hidangan di dunia. Rendang juga menempati posisi ke-11 sebagai makanan terenak di dunia pada 2021 versi CNN Travel. Bahkan Cheff Internasional Gordon Ramsay dalam program acaranya ‘Uncharted’ yang bekerjasama dengan National Geographic secara khusus datang ke Tanah Minangkabau pada tahun 2020 lalu, untuk lebih mengenal belajar memasak rendang. Menunjukan bahwa rendang sudah populer di dunia internasional,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, tidak hanya menduniakan rendang, pemerintahan Presiden Joko Widodo bahkan sedang mengupayakan agar rendang bisa dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia oleh UNESCO. Sebagaimana Keris dan juga Batik.

“Rendang lebih dari sekadar masakan. Didalamnya terdapat nilai-nilai budaya yang sangat kental. Misalnya, menghadirkan rendang pada acara adat perhelatan di Tanah Minang, merupakan bentuk penghormatan terhadap penghulu, niniak mamak, bahkan tamu yang datang ke rumah. Komposisi makanannya yang terdiri dari empat bahan pokok seperti daging, kelapa, cabai, dan bumbu, melambangkan keutuhan masyarakat Minang. Dalam memasaknya pun tidak sekadar membutuhkan keahlian, melainkan juga membutuhkan ketekunan, keuletan, dan juga kesabaran,” pungkas Bamsoet. (*)

Leave a Reply