Bamsoet Dorong Investor Maksimalkan Wisata Pantai Karangsewu Jembrana Bali

16
May

Bamsoet Dorong Investor Maksimalkan Wisata Pantai Karangsewu Jembrana Bali

BALI – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong agar para investor yang sudah mendapat hak mengelola lahan di kawasan Pantai Karangsewu, Taman Nasional Bali Barat (TNBB), khususnya yang sudah mendapatkan hak kelola sejak tahun 1997, bisa segera memaksimalkannya untuk mendorong pengembangan pariwisata Bali. Sehingga kawasan yang terkesan ‘tidur’ tersebut bisa segera memberikan multiplier effect economy bagi masyarakat Kabupaten Jembrana, dan masyarakat di kawasan Bali Barat. 

“Jika investor tidak sanggup lagi mengelola, segera kembalikan hak kelolanya kepada negara. Agar bisa dicarikan pihak swasta lainnya yang mampu mengelola dengan baik dan benar. Keindahan pantai Karangsewu berpadu dengan gugusan bukit Prapat Agung, tidak boleh dibiarkan mati hanya karena salah urus dan salah kelola. Harus dimaksimalkan sebesar mungkin untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bamsoet usai meninjau Pantai Karangsewu, TNBB, Jembrana, Bali, Minggu (16/5/21). 

Turut hadir Bupati Jembrana I Nengah Tamba, dan Kepala Balai TNBB Agus Ngurah Krisna Kepakisan. 

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, Pantai Karangsewu memiliki keunikan tersendiri dibanding pantai lainya di Bali. Selain ombak yang tenang, tanah di pinggir pantai sangat bergantung musim. Saat musim kemarau, pemandangan didominasi cokelat kering dengan sedikit pohon hijau. Saat musim hujan, berubah menjadi hamparan tanah lapang hijau menyerupai lapangan sepakbola. 

“Dalam mengembangkannya, investor harus tetap menitikberatkan konservasi dan menjaga kelestarian lingkungan. Misalnya dengan seminim mungkin menggunakan bahan bangunan beton atau bangunan permanen. Karena Pantai Karangsewu dan TNBB pada umumnya, juga menjadi habitat berbagai fauna seperti burung Curik dan Jalak Bali,” jelas Bamsoet. 

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menerangkan, pengembangan pariwisata di Pantai Karangsewu bisa dilakukan dengan membangun pedestrian, landmark, shelter, pos pantau, hingga perbaikan dan pengembangan dermaga wisata. 

“Melalui peningkatan fasilitas sarana dan prasarana, bisa menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke Bali Barat. Sehingga wisatawan tidak hanya mengenal Bali melalui Kuta, Tanjung Benoa, dan Jimbaran saja. Melainkan hingga ke Karangsewu di kawasan Bali Barat” pungkas Bamsoet. (*)

Leave a Reply