Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Rencana Kerjasama Lemigas dan Konsorsium Korea Bangun LNG Center di Indonesia

29
Apr

Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Rencana Kerjasama Lemigas dan Konsorsium Korea Bangun LNG Center di Indonesia

JAKARTA – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mendukung rencana kerjasama antara Lemigas dengan konsorsium Korea dalam rangka peningkatan pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG) di Indonesia. Konsorsium Korea tersebut terdiri dari Korean Institute of Industrial Technologies (KITECH), Korea Gas Safety Corporation (KGS), dan Korea Gas Technology Corporation (KOGAS-TECH).

“Hubungan kerjasama bilateral antara Indonesia dengan Korea sudah terjalin lama di berbagai bidang. Kerjasama antara Lemigas dengan konsorsium Korea nantinya akan meningkatkan hubungan kerjasama antara Indonesia dengan Korea di bidang energi, khususnya dalam hal minyak dan gas bumi. Termasuk mendukung transisi energi di Indonesia,” ujar Bamsoet usai menerima perwakilan konsorsium Korea di Jakarta, Senin (29/4/24).

Hadir antara lain perwakilan KITECH Young Cheol Lee dan Jung Jinyong, perwakilan KOGAS-TECH Chul Hee Yu, Penghubung Komunitas Indonesia-Korea Selatan (Korea-Indonesia Association) Ali
serta Koordinator Pengolahan Gas Bumi Lemigas Lisna Rosmayati.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, pada bulan Juli 2022 Lemigas dan konsorsium Korea telah menandatangani letter of intent (LoI) untuk menjalin kerjasama mendirikan LNG Center di Indonesia. Lemigas akan menyediakan lahan untuk pendirian LNG Center, sementara konsorsium Korea akan menyediakan peralatan LNG Center, seperti alat pengujian LNG dan prosedur keselamatan pengoperasian fasilitas pengujian LNG, serta training center.

‘Pendirian LNG Center di Indonesia sejalan dengan arah kebijakan yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Dimana salah satunya meningkatkan peran gas alam dalam transisi energi. LNG Center akan fokus pada pengembangan infrastruktur gas alam, mulai dari jaringan pipa transmisi dan distribusi, LNG receiving terminal serta moda non pipa lainnya sehingga dapat dimanfaatkan lintas sektor,” kata Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini menerangkan, saat ini dunia sedang menjalani proses transisi energi. Transisi energi merupakan proses panjang yang harus dilakukan oleh negara-negara di dunia untuk menekan emisi karbon yang dapat menyebabkan perubahan iklim. Gas bumi menjadi salah satu yang memegang peran penting dalam proses transisi energi.

“Cadangan gas bumi yang dimiliki Indonesia saat ini lebih banyak dari pada cadangan minyak. Perlu terus dilakukan peningkatan kegiatan eksplorasi untuk menemukan cadangan gas bumi baru guna memenuhi kebutuhan gas bumi dalam negeri. Termasuk melakukan optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi alternatif utama dalam proses transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan.” pungkas Bamsoet. (*)

Leave a Reply