Kunjungan Kerja ke Aceh, Bamsoet Dorong Forkompimda Masifkan Vaksinasi Covid-19 di Aceh

11
Jun

Kunjungan Kerja ke Aceh, Bamsoet Dorong Forkompimda Masifkan Vaksinasi Covid-19 di Aceh

ACEH – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai perlu adanya terobosan kebijakan dari pemerintah pusat dan daerah untuk lebih memasifkan vaksinasi Covid-19. Sebagaimana dilakukan Korea Selatan dan Amerika Serikat, memperbolehkan warganya yang sudah menerima vaksin untuk tidak memakai masker saat beraktifitas di luar rumah. Sehingga bisa mendorong lebih banyak warga agar mau divaksinasi. 

“Indonesia juga bisa memulainya. Misalnya untuk tahap awal, warga yang sudah divaksin lengkap, tidak perlu lagi melakukan swab antigen maupun test lainnya saat ingin melakukan perjalanan. Mengingat hingga saat ini target capaian vaksinasi Covid-19 masih sangat rendah. Di Aceh, misalnya, dari total populasi 5,3 juta jiwa, pemberian vaksin tahap I baru dilakukan terhadap 159.870 penduduk. Menempatkan provinsi Aceh sebagai provinsi terbawah dalam capaian vaksinasi nasional,” ujar Bamsoet usai bertemu jajaran Forkompimda Aceh, di Aceh, Kamis (10/6/21). 

Forkompimda yang hadir antara lain Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Achmad Marzuki, Kajati Aceh Muhammad Yusuf, Wakapolda Aceh Brigjen Pol Raden Purwadi, Kapoksahli Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Bambang Indrayanto, Kepala BNN Aceh Brigjen Pol Heru Pranoto, serta Rektor Universitas Syiah Kuala Prof Samsul Rizal.

Dari Jakarta mendampingi Ketua MPR RI, Anggora DPR RI Fraksi PKS Nasir Jamil, pengurus pusat Ikatan Motor Indonesia Syamsul Bahri, Elvis Junaedi, Rio Castello, Erwin MP, Amriyati dan Andi Sinulingga.

Ketua DPR RI ke-20 ini mendukung berbagai langkah yang diambil Forkompimda Aceh dalam mengajak masyarakat Aceh agar mau divaksinasi. Terutama langkah Kapolda dan Pangdam, bersama seluruh jajaran pemerintahan daerah, didukung perguruan tinggi sebagai kawah candradimuka para intelektual, turut memasifkan sosialiasi keamanan dan kehalalan vaksin kepada lapisan masyarakat. Bahkan hingga masuk ke berbagai pelosok pedesaan yang sulit dijangkau tenaga kesehatan umum. 

“Masih banyak masyarakat yang tidak mau divaksin dengan berbagai alasan. Edukasi perlu dilakukan oleh semua pihak. Termasuk jajaran kepolisian dan TNI, yang sudah dikenal dekat sekaligus disegani oleh rakyat,” urai Bamsoet. 

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini memaparkan, secara nasional jumlah vaksin Covid-19 yang telah didistribusikan pemerintah pusat sudah mencapai 37 juta dosis. Meliputi 29,9 juta dosis dari Bio Farma yang dibuat dari bahan baku Sinovac. Serta 3 juta dosis dari Sinovac berupa vaksin siap pakai, ditambah 4,1 juta dosis dari program COVAX/GAVI-AstraZeneca. Ketersediaan stok bahan baku vaksin Sinovac juga masih memadai, mencapai 65,5 juta dosis. 

“Idealnya, Aceh harus melakukan vaksinasi terhadap 3,8 juta penduduk untuk mendapatkan herd immunity. Namun melihat perkembangan vaksinasi yang masih sangat rendah, pemerintah menargetkan vaksinasi bisa dilakukan terhadap 970.610 warga, yang terdiri dari tenaga kesehatan, pelayan publik, serta lansia,” pungkas Bamsoet. (*)

Leave a Reply