Kunjungi Faunaland Indonesia, Bamsoet Apresiasi Penangkaran dan Pengembangbiakan Satwa Langka

3
Sep

Kunjungi Faunaland Indonesia, Bamsoet Apresiasi Penangkaran dan Pengembangbiakan Satwa Langka

BEKASI – Ketua MPR RI sekaligus Pembina Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) Bambang Soesatyo mengungkapkan, sebagai negara mega biodiversity, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar. Sebanyak 17 persen satwa dunia ada di Indonesia. Indonesia telah menjadi rumah bagi 300 ribu lebih satwa liar, 515 jenis mamalia, hingga 1.539 jenis burung. Data tahun 2013 dari Uni Internasional untuk Konservasi Alam mencatat Indonesia juga memiliki beragam satwa endemik yang hanya hidup di alam Indonesia. Antara lain seperti Harimau Sumatera, Jalak Bali, Burung Maleo Sulawesi, Badak Jawa, maupun Lutung Jawa.

“Secara keseluruhan, satwa endemik Indonesia terdiri dari 259 jenis mamalia, 384 jenis burung, serta 173 jenis amphibi. Harus diakui, banyak diantaranya terancam punah akibat perburuan liar maupun perusakan hutan. Karenanya, apresiasi perlu diberikan kepada berbagai pihak yang konsisten menjalankan kegiatan penangkaran dan pengembangbiakan satwa sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,” ujar Bamsoet usai berkunjung ke penangkaran dan pengembangbiakan satwa PT Faunaland Indonesia milik Danny Gunalen dan Ruddy Salim, di Bekasi, Jumat (3/9/21).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, selain memiliki penangkaran dan pengembangbiakan satwa, PT Faunaland Indonesia juga mengelola kebun binatang, Faunaland Ancol, di kawasan Ecopark, Ancol, Jakarta, sebagai bagian dari pendidikan, konservasi, dan wisata satwa. Mengajak masyarakat untuk mencintai satwa, sekaligus mendukung pelestarian dan pemanfaatan satwa untuk pembangunan berkelanjutan.

“Faunaland telah menjadi Jendela Fauna Nusantara. Terdapat koleksi satwa dari berbagai daerah Nusantara yang terbagi dalam berbagai zona. Antara lain Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku, Papua, serta Nusa Tenggara dan Bali. Faunaland juga telah berhasil mengembangbiakan berbagai fauna seperti kuda poni, keledai, singa, hingga landak jawa,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Penegakan Hukum, Pertahanan, dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, Faunaland memiliki setidaknya 33 jenis satwa dengan total mencapai lebih dari 122 satwa. Jumlahnya pun masih akan terus bertambah. Dari berbagai koleksi yang dimiliki, antara lain terdapat siamang albino yang merupakan merupakan spesies langka satwa dunia.

“Ada juga Singa Putih Afrika, Kanguru Albino, Landak Albino, hingga Kura-kura Aldabra yang berusia sekitar 76 tahun. Tidak ketinggalan berbagai jenis burung, dari mulai Nuri Bayan, Paruh Bengkok, Kakatua Raja hingga Cendrawasih 12 antena yang indah,” terang Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini berharap kegiatan penangkaran dan pengembangbiakan yang dilakukan Faunaland bisa terus menyasar lebih banyak satwa khas Indonesia. Sehingga generasi kedepan tetap bisa menyaksikan seperti apa rupa Elang, Singa, Harimau, Monyet, dan beragam jenis satwa endemik khas Indonesia lainnya.

“Sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Mereka bisa menyaksikan seperti apa satwa endemik Indonesia dari berbagai daerah, hanya dengan berkunjung ke Faunaland,” pungkas Bamsoet. (*)

Leave a Reply