RESPON ISU AKTUAL KETUA MPR RI BAMBANG SOESATYO SELASA, 27 FEBRUARI 2024

27
Feb

RESPON ISU AKTUAL KETUA MPR RI BAMBANG SOESATYO SELASA, 27 FEBRUARI 2024

1. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN mengingatkan adanya potensi banjir di Pulau Kalimantan, salah satunya di kawasan Ibu Kota Nusantara atau IKN, akibat pergerakan semu matahari saat berada di garis Khatulistiwa atau ekuinoks. Respon Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah terkait, termasuk Otorita Ibu Kota Nusantara/OIKN untuk mengantisipasi dan memitigasi potensi banjir di Pulau Kalimantan, utamanya di kawasan IKN yang sedang dalam proses pembangunan infrastruktur Ibu Kota, seperti dengan mengoptimalkan pembangunan bendung, embung, dan retensi kolam-kolam serta mengkaji ulang standar-standar pembangunan guna mencegah adanya gangguan terhadap lingkungan karena apabila adanya kerusakan terhadap lingkungan hijau, maka potensi bencana bisa terjadi kapanpun.

B. Meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah bersama pihak-pihak terkait termasuk BPBD agar secara berkala membahas rencana penanganan jangka pendek yakni tiga bulan kedepan, menengah sedang, akhir tahun dan jangka panjang dalam pencegahan dan penanggulangan banjir di wilayah tersebut. Mengingat sejumlah wilayah di Kalimantan salah satunya di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sudah sering dilanda banjir sebelumnya.

C. Meminta komitmen OIKN terus berkomitmen dalam memperhatikan risiko dan penanggulangan bencana termasuk banjir di wilayah-wilayah yang terkena atau terdampak, guna meminimalisir potensi timbulnya kerusakan, kerugian hingga korban.

D. Meminta pemerintah, OIKN dan pemda untuk menjadikan upaya pengendalian banjir di Pulau Kalimantan sebagai salah satu prioritas pemerintah, sehingga pentingnya pencegahan non struktural di antaranya adalah kegiatan konservasi, kegiatan komunitas-komunitas peduli lingkungan, edukasi sejak dini terkait pentingnya tata kelola lingkungan, pemanfaatan ruang dan air, membangun partisipasi yang terintegrasi, sosialisasi berbagai regulasi kepada seluruh masyarakat, hingga adaptasi pada daerah dataran banjir. Dengan begitu diharapkan persoalan banjir di wilayah Kalimantan tidak menjadi masalah menahun.

2. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menyampaikan adanya potensi dampak dari musim pancaroba, seperti angin puting beliung yang berpotensi terjadi sepanjang Maret-April 2024. Respon Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah untuk menginformasikan potensi terjadinya bencana di musim pancaroba, guna meminimalisir korban jiwa dan kerugian materil.

B. Meminta pemerintah mengklasifikasikan daerah rawan terkena dampak musim pancaroba, dan mempersiapkan langkah mitigasi untuk bersiap dalam menangani dampak bencana di musim pancaroba.

C. Meminta pemerintah bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN menyusun strategi inovasi jangka panjang untuk mencegah potensi bencana yang timbul akibat terjadinya musim pancaroba.

D. Mengimbau masyarakat, utamanya yang tinggal di tempat rawan bencana, untuk memperhatikan imbauan dan arahan dari pemerintah agar terhindar dari dampak buruk musim pancaroba.

3. Harga bahan-bahan pokok saat ini terus mengalami lonjakan yang cukup signifikan dan membuat daya beli masyarakat semakin hari semakin menurun. Respon Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan/Kemendag bersama instansi terkait lainnya, segera melakukan operasi pasar guna menjaga stok pangan di pasar, serta menjaga ketersediaan bahan pangan dan juga harga pangan tetap stabil dan tidak melebihi ketentuan harga eceran tertinggi/HET yang berlaku.

B. Meminta pemerintah terus mengawasi proses distribusi pangan dari petani, agen, distributor, hingga ke pasaran, guna memastikan tidak ada oknum-oknum yang dengan sengaja mengambil keuntungan dengan menimbun stok pangan di gudang, sehingga ketersediaan pangan tersebut terbatas di pasaran yang menyebabkan harga sembako mengalami kenaikan cukup tinggi.

C. Meminta pemerintah segera melakukan langkah solutif untuk menangani penyebab kenaikan harga sejumlah sembako tersebut, dan segera mengambil kebijakan untuk mengatasi permasalahan hingga ke akarnya, agar harga pangan di pasaran tetap terjangkau sesuai daya beli masyarakat dan tidak merugikan penjual.

D. Meminta pemerintah mempersiapkan strategi yang tepat dalam menghadapi kenaikan pangan di pasaran, dan memberikan jaminan harga pangan terjangkau dengan daya beli masyarakat, utamanya masyarakat miskin dan kurang mampu, agar tetap bisa mendapatkan pangan bergizi tanpa harus terbebani kenaikan harga tersebut.

Terimakasih.

Leave a Reply