Tinjau Hidden Valley Track Baja Otomotif Superblok (BOS), Bamsoet Ajak Kembangkan Sport Automotive Tourism

Tinjau Hidden Valley Track Baja Otomotif Superblok (BOS), Bamsoet
1
Feb

Tinjau Hidden Valley Track Baja Otomotif Superblok (BOS), Bamsoet Ajak Kembangkan Sport Automotive Tourism

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) mendukung digunakannya Hidden Valley Track Baja Otomotif Superblok (BOS) yang terletak di kawasan Pulogadung sebagai salah satu arena balap offroad bagi olahraga otomotif di Indonesia. Dengan makin banyak tersedianya arena balap, diharapkan mampu melahirkan atlit-atlit nasional yang akan menjuarai laga internasional.

“Hidden Valley Track BOS dengan luas lahan 5 hektar dapat digunakan untuk area motocross, flat track, grass track, supermoto, gravel bike, mountain bike dan SUV car. Lokasinya yang berada di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur, menjadikannya mudah dijangkau para pecinta otomotif dari Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang serta daerah lainnya,” ujar Bamsoet selaku Ketua Umum PP IMI didampingi Prasetyo Edi Marsudi, Pembina IMI serta Ketua DPRD Jakarta dan Djoko Iman Santoso, pengelola (BOS), usai melihat kawasan Hidden Valley Track BOS di Jakarta, Senin (1/2/21).

Ketua DPR RI ke-20 ini berharap kawasan Hidden Valley Track BOS dapat menjadi salah satu destinasi sport automotive tourism. Tak hanya menjadi tempat sarana olahraga otomotif, Hidden Valley Track BOS bisa menjadi tempat berkumpul serta pengembangan usaha UMKM.

Tinjau Hidden Valley Track Baja Otomotif Superblok (BOS), Bamsoet

“Konsep sport automotive tourism sangat cocok dikembangkan disini. Hidden Valley Track BOS harus mampu menjadi tempat multifungsi bagi masyarakat. Terutama untuk pecinta otomotif, urban culture, penyediaan event space dan tempat berkumpul yang berlokasi strategis di ibu kota Jakarta. Termasuk di dalamnya membangun pusat belanja berbagai kebutuhan otomotif,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, beberapa hanggar dan kontainer yang ada di area Hidden Valley Track BOS bisa dijadikan tempat bagi pengusaha UMKM untuk memasarkan produknya. Selain bisa digunakan untuk dijadikan showroom, bengkel modifikasi ataupun tempat menjual part after market produk otomotif.

“Disaat pandemi seperti ini kita harus pintar melihat peluang. Masyarakat juga butuh sarana untuk menyalurkan hobinya. Saya harap Hidden Valley Track BOS bisa segera berfungsi dan menggelar event olahraga otomotif, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Bamsoet.

Areal seluas 5 hektar yang berada di lahan tak terpakai selama 45 tahun milik PT Jakarta Kyoei Steel Works (JKSW) telah dirintis sejak tahun lalu oleh Djoko Iman Santoso dan rekannya untuk dibuat sebagai salah satu pusat aktivitas motorsport serta industri pendukungnya. Sampai kemudian yang sudah terwujud adalah sirkuit yang disebutnya Hidden Valley Track seluas 2 hektar dan sudah bisa digunakan untuk kegiatan seperti motocross, grasstrack dan flat track.

Tinjau Hidden Valley Track Baja Otomotif Superblok (BOS), Bamsoet

Kehadiran Bambang Soesatyo serta Prasetyo Edi Marsudi yang meninjau langsung area Baja Otomotif Superblock adalah salah satu bukti bahwa lokasi ini mempunyai sebuah potensi dalam kaitannya dengan dunia otomotif.

“Konsep tempatnya menarik, tinggal dikembangkan lagi fasilitas pendukung lainnya agar tempat ini bisa menjadi salah satu pusat kegiatan otomotif dan IMI terbuka untuk bekerjasama,” tambah Bamsoet.

Di akhir kunjungan Bamsoet dan Prasetyo menjajal sirkuit Hidden Valley Track BOS dengan menggunakan Can Am Maverick 1000 kemudian menyaksikan para kroser beraksi. Pada acara kunjungan keduanya, beberapa pihak yang menjadi mitra BOS ikut berpartisipasi dan menjelaskan program dan produk mereka seperti Dyandra Promosindo, AHRS serta Pirelli termasuk Indoclub Championship. (*)

Leave a Reply