Respon Isu Aktual Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Rabu 29 September 2021

29
Sep

Respon Isu Aktual Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Rabu 29 September 2021

1. Jelang pembukaan dan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional/PON XX di Papua pada 2-15 Oktober 2021 perlunya pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi timbulnya kluster baru Covid-19. Respon Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 beserta kepanitiaan PON XX berupaya mencegah terjadinya kerumunan pada penyelenggaraan PON XX yang dapat memicu penularan covid-19, baik antar penonton, panitia, juga atlet, sehingga perlunya pengawasan protokol kesehatan yang ketat selama PON berlangsung.

B. Meminta aparat keamanan, yaitu TNI/Polri, mengerahkan seluruh pasukannya untuk mengantisipasi dan menjamin keamanan selama PON berlangsung, baik di event PON itu sendiri maupun keamanan pemukiman masyarakat di sekitar venue PON, khususnya dari potensi serangan kelompok kriminal bersenjata/KKB yang belakangan ini juga masih melakukan aksi serangannya di sejumlah titik.

C. Meminta pemerintah daerah dan panitia penyelenggara PON XX mengkonfirmasi dan memastikan persiapan dukungan penyelenggaraan seperti transportasi, akomodasi, dan telekomunikasi, untuk kelancaran penyelenggaraan PON XX di Papua, agar sudah memenuhi standar keamanan dan dapat dipergunakan sesuai dengan kepentingannya masing-masing.

D. Mengimbau masyarakat, khususnya masyarakat Papua yang akan menonton secara langsung penyelenggaraan PON, untuk mematuhi seluruh kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah termasuk protokol kesehatan, agar tidak memicu terjadinya kericuhan atau kerumunan.

E. Meminta pemerintah daerah Papua terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat Papua, khususnya dilakukan di lokasi tempat berlangsungnya penyelenggaraan PON XX Papua.

F. Meminta pemerintah memastikan penyelenggaraan PON nantinya tidak menimbulkan kerusakan lingkungan, seperti sampah-sampah selama penyelenggaraan PON, juga memastikan penyelenggaraan PON sudah didukung oleh masyarakat sekitar dan tidak mengganggu kehidupan/aktivitas masyarakat sehari-hari.

2. Penurunan kasus Covid-19 dinilai menjadi sinyal positif untuk membuka kembali sektor pariwisata. Meski demikian, Indonesia tetap perlu mewaspadai risiko penularan virus. Respon Ketua MPR RI:

A. Optimis sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional mampu bangkit kembali dengan menyesuaikan preferensi pariwisata di era new normal seperti, meningkatkan standar pelayanan, protokol kesehatan, keselamatan pengunjung, dan kelestarian lingkungan.

B. Meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk dapat membuka kembali usaha pariwisata secara aman, dengan memperhatikan kondisi kekinian salah satunya dengan menggunakan dukungan teknologi digital seperti aplikasi PeduliLindungi. Sebab, digitalisasi industri pariwisata saat ini menjadi suatu keharusan ditengah kebutuhan pariwisata berkualitas yang minim kontak.

C. Meminta pemerintah memberikan dukungan kepada Kemenparekraf untuk menggencarkan sekaligus memperluas vaksinasi Covid-19 terutama pelaku dari sektor wisata guna meredam risiko penularan virus khususnya di tempat-tempat wisata yang memiliki potensi kerumunan.

D. Meminta komitmen pemerintah untuk terus melakukan pemulihan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif guna memberi peluang untuk membuka kesempatan kerja lebih luas. Mengingat, sektor pariwisata sangat terdampak pandemi yang tercermin dari penurunan okupansi hotel serta pendapatan dan bisnis jasa pariwisata.

3. Program vaksinasi Covid-19 secara door to door dinilai perlu untuk menyasar warga penolak Vaksin untuk diberikan pemahaman pentingnya vaksinasi. Respon Ketua MPR RI:

A. Mendukung program vaksinasi Covid-19 secara door to door ini, yang bertujuan untuk menjelaskan informasi yang salah tentang vaksin, dan untuk meningkatkan partisipasi vaksinasi Covid-19 bagi warga yang selama ini enggan divaksin.

B. Meminta pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk melakukan pendataan capaian vaksinasi Covid-19, dengan fokus pada wilayah/daerah yang masih minim tingkat vaksinasinya, sehingga pemerintah dapat memprioritaskan sekaligus menggencarkan vaksinasi Covid-19 di daerah tersebut disamping memasifkan edukasi terkait pentingnya vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.

C. Meminta komitmen pemerintah untuk menyediakan stok vaksin disamping terus meningkatkan capaian vaksinasi Covid-19, mulai dari memperluas sentra vaksinasi, jemput bola dengan bus vaksin, hingga bekerja sama dengan berbagai pihak. Hal ini diperlukan guna mencapai target yang ditetapkan pemerintah sekaligus menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity).

Terima kasih.

Leave a Reply