RESPON ISU AKTUAL KETUA MPR RI BAMBANG SOESATYO SENIN 6 MEI 2024

6
May

RESPON ISU AKTUAL KETUA MPR RI BAMBANG SOESATYO SENIN 6 MEI 2024

1. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau sekarang disebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali berulah dengan menyerang gereja di wilayah Distrik Borme, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua dan melakukan perampasan barang elektronik milik jemaat yang sedang melaksanakan ibadah Minggu. Respon Ketua MPR RI:

A. Meminta aparat Polri bersama TNI untuk tetap fokus melakukan pengejaran terhadap pelaku/OPM yang melakukan penyerangan dan perampasan barang tersebut, juga terhadap kelompok kriminal yang kerap melakukan aksi-aksi teror bersenjata lainnya.

B. Meminta aparat Polri dan TNI di Papua, agar meningkatkan kembali patroli darat untuk mengurangi adanya tindakan teror dari OPM, seperti di rumah-rumah ibadah guna memaksimalkan upaya penjagaan dan memberikan perlindungan dan keamanan dari potensi gangguan serta ancaman aksi anarkis OPM.

C. Meminta aparat untuk bersiaga penuh dan tidak lengah serta terus berupaya memperkuat pertahanan, pengamanan juga penjagaan utamanya di wilayah yang rawan konflik atau wilayah yang kerap mengalami serangan bersenjata dari OPM. Disamping agar terus fokus dalam menangani kekerasan ataupun aksi-aksi penyerangan oleh OPM yang terus berulang di Papua, melalui berbagai cara atau pendekatan yang efektif.

D. Meminta komitmen aparat Polri bersama TNI untuk siaga dan sekaligus melindungi masyarakat dari teror maupun serangan OPM, serta secara tegas mengambil tindakan terhadap kelompok kriminal yang kerap mengancam dan membahayakan keselamatan warga sipil di Papua.

2. Tingginya angka kriminalitas di sejumlah wilayah di Indonesia, seperti pembunuhan, Curanmor dan kejahatan lainnya dinilai sudah sangat memprihatinkan. Respon Ketua MPR RI:

A. MPR meminta Kappolri dan seluruh Komando Kepolisian Daerah (Komdak) beserta jajarannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan diantaranya melakukan patroli terutama di daerah yang rawan terjadinya tindak kejahatan. MPR juga mengimbau masyarakat untuk dapat bekerjasama dengan kepolisian dengan melaporkan jika terjadi atau diduga akan terjadi tindak kejahatan, mengingat laporan masyarakat merupakan hal penting sebagai dasar aparat kepolisian untuk bertindak.

B. Meminta kepolisian untuk memahami modus operandi dan motif dari setiap tindak kejahatan yang terjadi, serta memperhitungkan potensi munculnya modus baru yang dilakukan oleh pelaku kriminalitas, dan diharapkan aparat kepolisian dapat menyosialisasikan kepada masyarakat model kejahatan yang terjadi serta motif yang mendasari tindak kejahatan tersebut sehingga tidak kriminal dapat dicegah, dan diantisipasi secara dini.

C. Meminta Kepolisian RI untuk melakukan penguatan sistem keamanan, termasuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) yang melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa serta masyarakat di setiap daerah, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terwujud.

D. Meminta agar Polri dan masyarakat daerah untuk meningkatkan sinergi dalam mengamankan dan memantau wilayahnya masing-masing, khususnya di lokasi rawan kejahatan atau di wilayah yang tinggi angka kriminalitasnya serta menindak tegas para pelaku kejahatan yang membahayakan keselamatan dan menimbulkan keresahan masyarakat.

3. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menyampaikan bahwa cuaca panas yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini bukanlah akibat gelombang panas atau heatwave. Namun akibat dari pemanasan permukaan sebagai dampak dari mulai berkurangnya pembentukan awan dan berkurangnya curah hujan. Respon Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah menyampaikan informasi tersebut serta melakukan antisipasi untuk mencegah dampak buruk atau dampak yang merugikan akibat cuaca panas yang terjadi di Indonesia, dikarenakan sejumlah negara yang mengalami cuaca panas harus menghadapi risiko yang cukup buruk.

B. Meminta pemerintah mengantisipasi faktor-faktor global yang menyebabkan terjadinya cuaca panas di Indonesia, dan segera menyusun upaya untuk menjaga agar kondisi cuaca tetap bisa dihadapi oleh masyarakat Indonesia.

C. Meminta pemerintah mengurangi efek rumah kaca, mengingat pembakaran hutan dan lahan dapat mempengaruhi pemanasan global dan menyebabkan suhu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang hal menjadi salah satu pemicu terjadinya gelombang panas di sejumlah negara di Asia Tenggara.

D. Mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian hutan serta dapat menjaga tubuh terhidrasi dengan baik, dan menjaga kesehatan masing-masing, sehingga meminimalisir risiko dampak kesehatan akibat cuaca panas yang terjadi di Indonesia.

Terimakasih.

Leave a Reply