RESPON ISU AKTUAL KETUA MPR RI BAMBANG SOESATYOSENIN, 26 JUNI 2023

26
Jun

RESPON ISU AKTUAL KETUA MPR RI BAMBANG SOESATYO
SENIN, 26 JUNI 2023

  1. Federation Internationale de Football Association atau FIFA menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023 yang rencananya akan diselenggarakan pada 10 November-2 Desember 2023. Respon Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah mempersiapkan secara matang dan profesional seluruh sarana dan prasarana yang memadai terkait penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023, serta menjadikan kesempatan tersebut untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan dalam mengadakan perhelatan besar tersebut.

B. Meminta pemerintah terus mendukung perkembangan positif sepakbola Indonesia, baik dalam dukungan materi maupun moral, dikarenakan kepercayaan FIFA kepada Indonesia masih tinggi, sehingga harus terus dijaga dan dibuktikan.

C. Meminta pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023 nanti dapat berkomitmen memberikan sarana infrastruktur yang terbaik dalam pertandingan sesuai dengan standar internasional yang berlaku.

D. Meminta pemerintah menyusun prosedur dan mekanisme keamanan yang ketat selama pertandingan Piala Dunia U-17 2023 berlangsung, guna mencegah terjadinya kerusuhan, kelalaian koordinasi, maupun hal-hal lainnya yang dapat merugikan pemain yang bertanding maupun penonton.

  1. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menargetkan ada 30 proyek strategis nasional/PSN dengan total nilai Rp 288 triliun yang akan dikebut penyelesaiannya di tahun 2023. Diinformasikan, tiga proyek sudah rampung sejak awal Mei 2023, sehingga masih terdapat 27 proyek lagi. Respon Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah mengevaluasi ulang perkembangan pembangunan seluruh PSN, dan meminta pemerintah bersikap tegas terhadap proyek proyek yang sulit memenuhi kriteria untuk dikebut pengerjaannya hingga tahun depan, untuk dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029.

B. Meminta pemerintah mendata PSN yang ditargetkan selesai melampaui tahun 2024, dan segera menyusun roadmap target pengerjaan PSN tersebut agar dapat diperkirakan durasi waktu PSN tersebut dapat diselesaikan, sehingga pemerintah tidak mengalami overcost akibat tenggat waktu penyelesaian yang di luar target.

C. Meminta pemerintah memprioritaskan PSN yang memiliki kejelasan atau kepastian dari segi pembiayaan, pengadaan tanah, dan perizinan, serta memastikan pengerjaan PSN tersebut dilakukan secara optimal, dikarenakan pembangunan PSN yang kurang optimal dapat berdampak pada risiko keterlambatan penyelesaian proyek serta tidak optimalnya manfaat dari pembangunan proyek yang dihasilkan.

D. Meminta pemerintah realistis dalam mengklasifikasikan kembali daftar PSN yang bisa dikebut hingga tahun 2024, dan tidak segan untuk melepas sepenuhnya apabila setelah dikaji, PSN memiliki kebermanfaatan ekonomi yang rendah, memiliki kendala finansial, dan bermasalah dalam pembebasan lahan, sebab apabila terus dilanjutkan, PSN berpotensi mangkrak dan merugikan negara karena tidak bisa dilanjutkan pengerjaannya.

E. Meminta pemerintah untuk lebih bijak dalam menentukan PSN pada rencana pembangunan berikutnya, sehingga PSN benar-benar dapat bermanfaat bagi negara maupun masyarakat, serta pengerjaannya sesuai dengan timeline dan roadmap yang telah ditetapkan.

  1. Pakar epidemiologi dari Universitas Griffith Australia menyebut adanya potensi virus Oz bisa ditemukan di Indonesia dan memicu Kejadian Luar Biasa (KLB), pasca ditemukan kasus warga Jepang meninggal dunia akibat terkena virus Oz yang diyakini penularannya berawal dari kutu. Respon Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah Indonesia untuk waspada dan mulai meningkatkan mitigasi atau pencegahan awal kasus serupa, salah satunya dengan memastikan edukasi di tingkat para peternak soal pemahaman sanitasi yang baik. Mengingat, dengan pemahaman yang baik para peternak diharapkan dapat menjaga kebersihan kandang hingga menjaga kebersihan diri dari penularan berbagai macam penyakit utamanya kutu hewan.

B. Meminta pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Kesehatan Hewan, untuk mulai menyusun upaya/langkah mitigasi masuknya virus Oz pada hewan ternak khususnya hewan mamalia seperti sapi, kerbau, anjing, monyet dan kucing, yakni dengan mengawasi hingga membatasi lalu lintas hewan di setiap perbatasan daerah, utamanya yang berasal dari luar negeri guna mencegah masuknya hewan dalam kondisi terinfeksi virus/penyakit. Mengingat, virus Oz yang merupakan bagian dari keluarga thogotovirus diketahui sudah menyebar hampir di banyak negara.

C. Meminta pemerintah daerah melalui Dinas terkait bekerja sama dengan tim kesehatan hewan untuk lebih menggencarkan pemeriksaan kesehatan hewan hingga surveilans penyakit pada hewan, khususnya hewan ternak sapi dan kerbau yang tengah diperjualbelikan untuk kebutuhan kurban.

D. Meminta pemerintah untuk terus memantau perkembangan virus Oz di negara luar yang diketahui sudah tersebar dibanyak negara, disamping bersama para pakar untuk mendalami/mengkaji virus Oz tersebut yang penularannya berasal dari kutu hewan mamalia. Mengingat, virus Oz ini memiliki ancaman potensial kesehatan pada manusia yang bisa menimbulkan kejadian luar biasa karena sampai saat ini belum ada vaksinnya.

Terimakasih.

Leave a Reply