Respon Isu Aktual Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Jumat 11 Maret 2022

11
Mar

Respon Isu Aktual Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Jumat 11 Maret 2022

  1. Sejumlah daerah merencanakan kembali untuk membuka pembelajaran tatap muka/PTM dengan kapasitas hingga 100 persen. Respon Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi/Kemdikbudristek, untuk berhati-hati dalam memberikan izin PTM dengan kapasitas 100 persen, diharapkan pihak sekolah harus mempersiapkan secara matang dan komprehensif rencana tersebut, sehingga ada jaminan dari pihak sekolah terhadap keselamatan siswa dan juga tidak akan menimbulkan kluster penularan di lingkungan sekolah.

B. Meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan/Kemenkes, mempercepat program vaksinasi covid bagi siswa dan guru, agar terbentuk kekebalan komunal apabila nanti diberlakukan kembali PTM.

C. Meminta pemerintah daerah harus menyesuaikan kondisi dan perkembangan Covid-19 di daerahnya dan berkonsultasi dengan epidemiolog dalam menentukan kebijakan kapasitas PTM di tiap sekolah, juga mengenai syarat-syarat yang diharuskan untuk sistem PTM. MPR juga meminta agar indikator level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat/PPKM dan jumlah kasus di tiap daerah menjadi patokan dalam menentukan kapasitas PTM.

D. Meminta pemerintah daerah mengevaluasi dan mengecek kembali kesiapan setiap sekolah yang berencana untuk membuka sistem PTM, seperti kesiapan murid dan guru dalam menerapkan protokol kesehatan, syarat sudah menerima vaksin covid baik vaksin pertama maupun kedua, disamping sarana prasarana yang memadai dan mendukung terlaksananya protokol kesehatan, serta keberadaan Satuan Tugas/Satgas Penanganan Covid-19 di tiap sekolah.

  1. Kementerian Kesehatan/Kemenkes mencatat terdapat 265 bayi berusia 0-5 tahun meninggal akibat terpapar virus corona selama gelombang varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau Omicron di Indonesia. Berdasarkan data per 21 Januari-6 Maret 2022 sebanyak 8.230 pasien meninggal karena terpapar virus corona, yang mana 3 persen di antaranya merupakan balita. Respon Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah, dalam hal ini Kemenkes, dapat lebih serius dalam memberikan perawatan terhadap keselamatan bayi, di samping Kemenkes juga dapat menjelaskan latar belakang maupun penyebab 265 bayi yang terpapar virus corona tersebut meninggal, agar setiap orang tua yang mempunyai dapat mempersiapkan langkah preventif guna mengurangi atau menekan angka kematian, utamanya terhadap balita.

B. Meminta pemerintah, dalam hal ini Kemenkes, menyosialisasikan kepada orang tua mengenai gejala apabila terindikasikan terpapar virus corona, sehingga orang tua dapat segera memberikan pertolongan dan penanganan dengan membawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama sehingga tidak menimbulkan gejala yang lebih parah. Mengingat bahwa varian Omicron sangat menular dan menyebar lebih cepat dibandingkan varian virus corona lainnya, dan bisa menyebabkan peningkatan jumlah infeksi di kalangan anak-anak.

C. Meminta pemerintah, dalam hal ini Kemenkes, memberikan edukasi kepada masyarakat yang memiliki anak usia balita, atau anak yang belum cukup usia untuk diberikan vaksin covid, agar memastikan seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak berusia 6 tahun ke atas, untuk mendapatkan vaksin Covid-19 dosis lengkap dan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

D. Meminta pemerintah, dalam hal ini Kemenkes, tetap berhati-hati dan mewaspadai penularan virus corona pada balita meskipun angka kematian pada balita tiga persen atau lebih rendah dibanding kelompok lainnya, mengingat anak usia balita masih belum bisa berkomunikasi dengan baik dan lancar serta perlu kewaspadaan lebih ketat untuk mencegah efek makin parahnya dampak virus corona pada balita yang saat ini belum bisa diberikan vaksin covid.

  1. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, Indonesia memiliki peluang mendatangkan 3,6 juta wisatawan mancanegara pada 2022 saat situasi pandemi secara umum berjalan kondusif. Respon Ketua MPR RI:

A. Menilai kehadiran wisatawan mancanegara dapat berdampak positif bagi kelangsungan usaha 34 juta ekonomi kreatif, namun pemerintah tetap perlu fokus menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, serta menerapkan aplikasi Pedulilindungi pada setiap moda transportasi hingga destinasi wisata. Mengingat, upaya-upaya tersebut perlu dilakukan ditengah pelonggaran aktivitas kedatangan wisatawan mancanegara.

B. Meminta Kemenparekraf mengajak seluruh pelaku usaha untuk dapat segera menyesuaikan destinasi-destinasi wisata dalam menerapkan kebiasaan baru di era pandemi, disamping memberikan pelatihan prokes kepada masyarakat setempat hingga mengintegrasikan aplikasi Pedulilindungi. Sehingga diharapkan seluruh upaya yang dilakukan pemerintah dapat berdampak baik bagi sektor pariwisata meskipun ditengah era pandemi Covid-19.

C. Meminta kepada pengusaha wisata untuk dapat mempersiapkan secara matang sarana prasarana wisata dengan tetap mengacu pada standar protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Sehingga dapat menarik minat para wisatawan untuk berwisata kembali dengan aman.

D. Meminta komitmen pemerintah dalam hal ini Kemenparekraf untuk terus berupaya membangkitkan gairah sektor pariwisata, namun dengan tetap menyesuaikan dengan situasi ataupun kondisi pandemi di tanah air. Mengingat, pandemi selama kurang lebih dua tahun ini telah berdampak signifikan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Terimakasih.

Leave a Reply